Selasa, 24 Mei 2011

sepi

Lama sudah ku menanti dirimu
Lama sudah ku memendam cintaku
Aku terus bersembunyi dalam kungkungan
Aturan yang tak boleh kulanggar
Akupun harus mematuhi itu
Aku harus bersabar sampai waktunya tiba
Tapi aku tak tau sampai kapan
Sudah banyak cara aku melepaskan
Semua rasa yang terlanjur terpendam
Namun semua terasa sia-sia
Kini aku hanya berharap
Apapun yang terjadi
Aku serahkan padaMU
YA ROBB
Muthmainnah, minggu 22 mei 2011 0820 palembang

cURAHAN kekecewaan

Curahan kekecewaan

ketika ada yang mengaku “aku sahabatmu, aku ada untukmu saat sedih dan suka” namun terkadang kata itu tak beriring dengan kelakuan. Aku adalah orang yang mudah percaya dan selalu berharap ketika ada yang mengatakan “aku sahabatmu”. Pernah terlintas “sahabat itu hanya ada dalam sinetron, gak ada didunia nyata”. Aku tahu pemikiran ini sangat salah. Namun aku berada pada realita yang seperti itu. Mengaku sahabat tetapi suka membicarakan dari belakang. Satu saja mauku katakan jika tidak suka, katakan jika benci, katakan saja. Sepahit apapun kejujuran, ya harus dikatakan jika ingin ada kebaikan tanpa menyinggung perasaan orang lain. Aku diam bukan berarti aku tidak tahu, aku diam bukan berarti aku tak peduli. Aku tahu pikiran seorang yang sedang memendam. Aku tahu siapa yang tidak suka padaku. Aku tahu orang yang berbohong. Aku tahu semua. Wajahmu, ekspresimu. Katakana saja. Satu hal lagi yang sering aku katakan, “lebih baik aku sendiri daripada banyak orang disisi tapi bisanya hanya membuat risih”.
Benar kata orang “ jangan mencari teman yang membuatmu nyaman, tapi carilah teman yang mampu membuatmu berpacu dalam semangat”. Aku selalu salah, aku selalu mencari teman yang membuatku nyaman tapi pada akhirnya aku risih, dan selalu berprasangka. Dan aku rasakan perbedaan ketika aku berteman dengan seorang yang selalu memaksaku bergerak, tetapi pada akhirnya mereka membuatku nyaman dan tau apa yang harus aku lakukan.
Tulisan ini adalah gambaran kekecewaan ku yang berulang terhadap sahabat-sahabatku. Yang kupikir mereka adalah sahabat yang baik tapi nyatanya mereka sangat suka menghujamku, membicarakanku dari belakang. Mereka selalu berisyarat aku benci mereka. Saat ku sedih mereka menjauh seolah ingin membuatku tenang. Tetapi disisi lain aku menyayangi mereka. Tetapi mereka tak pernah memahami karakterku, mereka tak pernah mau mengerti mereka tak pernah mau memahamiku.
Mereka itu membenci aku, aku tau itu, mereka itu tak ikhlas menganggapku sebagai sahabat aku tau itu. Jika tidak mengapa mereka selalu menjelek jelekanku. Aku rela jika aku dibuang, aku pun rela jika aku tersisih. Aku rela jika aku harus menjauh. Tak apa jika aku harus menyendiri lagi. Tidak masalah. Jika mereka tak suka aku yang penting aku suka duniaku. Its my world,

REALITA

Masih dalam diam
Masih dalam aturan
Masih di wilayah hokum
Masih dalam ideology
Panca, dasar…
Dan segala masa yang tercipta
Mulai dari masa
Penjajahan
proklamasi
Orde lama
Orde baru
Sampai reformasi
Masih terkungkung dalam kemiskinan
Kemiskinan yang tetap dalam wilayah “ESTETIKA” kata mereka
Tak pernah ada yang mengukir sejarah sempurna
350+3,5= bobrok
Orde lama+orde baru= kekuasaan feodal, korupsi merajalela
Reformasi = penerus kebodohan
Tetap ada kekuasaan yang EGOIS
Tetap pada kekuasaan yang RAKUS
Pemuda, sang tua terlepas dari berpendidikan atau tidak
Terlepas dari pemegang kekuasaan atau bukan
Mereka tetap bungkam,
Mereka hanya berKOAR
Mereka dan mereka
Hanya DIRI SENDIRI yang mereka pikirkan.
Mengaku PEDULI tapi teta[ pada KE ACUHANNYA
Inilah negriku yang KAYA akan KEBOBROKAN.
PALEMBANG, MUTHMAINNAH 22 MEI 2011 0950

PITA TINTAMU

Semua kan berakhir jika kau tetap membisu kawan
Hari ini adalah waktunya kau bergerak
Kau adalah penerus bangsa sahabat
1 karyamu adalah 1000 kreativitas bagi negrimu
1 pemikiranmu adalah penerang cahaya kegelapan bangsamu
Wahai pemuda Indonesia
Janganlah engkau pasif dalam kebekuan pergolakan
Janganlah engkau bisu dalam teriakan masa
Wahai pemuda Indonesia
Jika kau tak mau aksi di jalan raya
Jika kau tak mampu mengungkap rasa
Setidaknya kau mampu beraksi dalam sebuah karya
Jika kau tak bisa mengeluarkan semua dengan teriakan
Maka keluarkanlah keluh kesahmu
Dengan menggoreskan tinta di sebuah kertas
Wahai pemuda,..
Percayalah tinta dan pita memiliki hubungan yg erat
Dalam meng_aspirasikan pemikiranmu
Dalam meng_aspirasikan keinginanmu
Tinta penamu juga pita suaramu
Adalah bambu runcing kemerdekaan.

Muthmainnah, Palembang 22 mei 2011 0735

Jumat, 13 Mei 2011

kabut

kehidupan yang tak seindah taman bunga warna warni
hari yang tak secerah kilauan padi dipagi hari.
aku hanya hidup dallam pekatnya kabut.
mengharap bahagia yang kurasa hanya dalam mimpi.
menatap hari menyambut masa indah.
namun pandangan seolah kusam seketika.
aku hanya mengharap secercah sinar kebaikan.
namun dengan sekejap ribuan keburukan datang menghujamku.
ada rasa ingin berkata
"aku hanyalah manusia biasa yang memiliki kelemahan
aku hanyalah manusia biasa yang bisa menitihkan air mata
aku bukanlah batu yang mampu bertahan dihempas sang ombak"
ketika hati ingin dimengerti
semua seakan kusam, semua seakan tak bernyawa.
akupun butuh perhatian
akupun ingin dimengerti.
ku tahu setiap manusia memiliki masalah
tuhanpun akan memberikan masalah sesuai dengan kapasitas yang dimilki hambanya.
dan akupun terus yakin aku mampu.
selagi aku masih bisa tersenyum.
semua akan baik-baik saja.

kuyakin ini sementara

kuyakin ini hanyalah perasaan yang sementara. sama halnya seperti yang lalu-lalu. walau ada sedikit kegalauan dalam diri. aku sungguh menolak rasa ini. namun hati terus memaksa untuk berkata "ya aku mencintaimu". mustahil bukan?? selama ini aku yang memaksa bahwa aku jatuh cinta, tapi hatiku terkadang menolaknya.

aku hanya takut ketika semua tak berbalas. aku hanya takut ketika semua harus berakhir menyakitkan. sudah cukup aku menggilai seseorang. aku memang ingin hidup normal tapi tidak dengan "pacaran". memegang komitmen jauh lebih penting dari pada mendahulukan "perasaan". semua memang sudah ada konsekuensinya. dan aku aku harus menanggung itu.

kau tahu kawan.. saat memandang wajahnya,apa yang terjadi padaku??? bukan deg deg an, sangat berbeda dengan rasa ku selama ini. tapi saat q lihat wajahnya, ada yang berbeda dalam hati. mungkin "kesan" ku terhadapnya yang berbeda. aku pun sulit mengatakannya.

pernah ada rindu, saat mendengar "ocehannya" ada rasa kangen mendengar "komentarnya". saat teman-teman berusaha mendamaikan. aku diduduknya bersampingan. ya allah, dalam hati " jujur, aku kangen menyapamu, memanggil nama kamu, dengerin ocehan dan komentar kamu, aku mau kamu tahu, aku tu pengen damai sama kamu"

tak selembar kertaspun ada torehan pena cinta untukmu
tak pernah seharipun ku beri otakku untuk memikirkanmu
tak pernah q biarkan mulutku berbicara tentangmu
aku hanya ingin menghindar dari bencana hati
aku takut semua akan berdampak negatif ketika semua tak berbalas.

akupun bukan sekali mencintai seseorang, sudah sering bahkan. namun cinta itu hanyalah sebatas kagum sahabat. dan aku bisa langsung mengerti. mulutkupun terus berceloteh kepada siapapun.

namun perasaan yang sering kutolak ini sring membuat q bingung. mulutku bungkam dengan ketidakpercayaanku atas perasaan. dan q yakin semua hanyalah sementara. jika abadi akan q tunggu sampai aku menikah. INSYA ALLAH

Rabu, 11 Mei 2011

kelabu

malam ini ku teteskan air amata yang entah mengapa,disini aku menanti engkau datang membawa cinta dan menghapus sedihku. kelemahan yang q harap menjadi kekuatan saat ada kau disisi. kekurangan yang q harap menjadi kelebihan saat kau ada disini. hati yang tak kunjung lapang, jiwa yang tak pernah tentram, senyum yang tak pernah luas. pengharapan hanya itulah yang bisa q pikirkan.. mengurai mimpi menjadi nyatapun sulit. cinta bukanlah bualan kesetiaan yang q inginkan. tetapi cinta yang mampu mengubah menjadi tawa. mengubah sulit menjadi mudah, mengubah dendam menjadi ikhlas, mengubah amarah menjadi kasih. cinta yang q harap seperti FAJAR yang menjanjikan KETENANGAN.

PALEMBANG, 6 MEI 2011, PUKUL 08:39