Pena itu sangat istimewa. Dengan pena itu, dia akan bisa mencatat lebih baik. Pena itu pasti bisa membantunya dalam belajar. Namun, untuk memilikinya, Ma Yan harus menderita begitu rupa. Harganya yang 2 yuan mungkin tidak berarti apa-apa bagi kawan-kawannya. Tetapi, bagi Ma Yan, itu sama artinya dengan menahan lapar selama berminggu-minggu.
Ma Yan bukan dari keluarga kaya. Dia berasal dari wilayah yang sangat miskin, yang bahkan saking miskinnya, beberapa keluarga hanya berpenghasilan 120 yuan atau sekitar 15 dolar setahun. Seharusnya pula dia tidak bersekolah seperti umumnya anak perempuan keluarga miskin di sana. Namun, tekadnya sangat kuat. Begitu kuat hingga menyentuh perasaan sang ibu. Dan, dengan segenap daya, diulurkanlah tangannya mengiring sang putri menantang nasib.
Ma Yan, diangkat dari kisah nyata, bertutur tentang tekad dan harapan yang kuat dari seorang gadis kecil di pedalaman Cina. Sarat semangat dan inspirasi, buku ini dipersembahkan kepada para pejuang mimpi.
sanie B. kuncoro.
buku ini sangat mengispirasi gue sebagai pembaca,..
satu tekad yang udah gue tanemin didalam diri,
gue gak bakalan nyia-nyia in pendidikan gue, dimana orang tua gue udah berusaha mati-matian buat nyekolahin gue,.. gue juga bakalan ngehargain setiap butir nasi dan gak bakalan ngebuangnya...
dan buat elo elo yang ngaku para pemimpi atau belum bisa menghargai arti perjuangan.. elo wajib baca buku ini...
gue jamin elo gak bakalan nyesel.
M.H
