kehidupan yang tak seindah taman bunga warna warni
hari yang tak secerah kilauan padi dipagi hari.
aku hanya hidup dallam pekatnya kabut.
mengharap bahagia yang kurasa hanya dalam mimpi.
menatap hari menyambut masa indah.
namun pandangan seolah kusam seketika.
aku hanya mengharap secercah sinar kebaikan.
namun dengan sekejap ribuan keburukan datang menghujamku.
ada rasa ingin berkata
"aku hanyalah manusia biasa yang memiliki kelemahan
aku hanyalah manusia biasa yang bisa menitihkan air mata
aku bukanlah batu yang mampu bertahan dihempas sang ombak"
ketika hati ingin dimengerti
semua seakan kusam, semua seakan tak bernyawa.
akupun butuh perhatian
akupun ingin dimengerti.
ku tahu setiap manusia memiliki masalah
tuhanpun akan memberikan masalah sesuai dengan kapasitas yang dimilki hambanya.
dan akupun terus yakin aku mampu.
selagi aku masih bisa tersenyum.
semua akan baik-baik saja.
Jumat, 13 Mei 2011
kuyakin ini sementara
kuyakin ini hanyalah perasaan yang sementara. sama halnya seperti yang lalu-lalu. walau ada sedikit kegalauan dalam diri. aku sungguh menolak rasa ini. namun hati terus memaksa untuk berkata "ya aku mencintaimu". mustahil bukan?? selama ini aku yang memaksa bahwa aku jatuh cinta, tapi hatiku terkadang menolaknya.
aku hanya takut ketika semua tak berbalas. aku hanya takut ketika semua harus berakhir menyakitkan. sudah cukup aku menggilai seseorang. aku memang ingin hidup normal tapi tidak dengan "pacaran". memegang komitmen jauh lebih penting dari pada mendahulukan "perasaan". semua memang sudah ada konsekuensinya. dan aku aku harus menanggung itu.
kau tahu kawan.. saat memandang wajahnya,apa yang terjadi padaku??? bukan deg deg an, sangat berbeda dengan rasa ku selama ini. tapi saat q lihat wajahnya, ada yang berbeda dalam hati. mungkin "kesan" ku terhadapnya yang berbeda. aku pun sulit mengatakannya.
pernah ada rindu, saat mendengar "ocehannya" ada rasa kangen mendengar "komentarnya". saat teman-teman berusaha mendamaikan. aku diduduknya bersampingan. ya allah, dalam hati " jujur, aku kangen menyapamu, memanggil nama kamu, dengerin ocehan dan komentar kamu, aku mau kamu tahu, aku tu pengen damai sama kamu"
tak selembar kertaspun ada torehan pena cinta untukmu
tak pernah seharipun ku beri otakku untuk memikirkanmu
tak pernah q biarkan mulutku berbicara tentangmu
aku hanya ingin menghindar dari bencana hati
aku takut semua akan berdampak negatif ketika semua tak berbalas.
akupun bukan sekali mencintai seseorang, sudah sering bahkan. namun cinta itu hanyalah sebatas kagum sahabat. dan aku bisa langsung mengerti. mulutkupun terus berceloteh kepada siapapun.
namun perasaan yang sering kutolak ini sring membuat q bingung. mulutku bungkam dengan ketidakpercayaanku atas perasaan. dan q yakin semua hanyalah sementara. jika abadi akan q tunggu sampai aku menikah. INSYA ALLAH
aku hanya takut ketika semua tak berbalas. aku hanya takut ketika semua harus berakhir menyakitkan. sudah cukup aku menggilai seseorang. aku memang ingin hidup normal tapi tidak dengan "pacaran". memegang komitmen jauh lebih penting dari pada mendahulukan "perasaan". semua memang sudah ada konsekuensinya. dan aku aku harus menanggung itu.
kau tahu kawan.. saat memandang wajahnya,apa yang terjadi padaku??? bukan deg deg an, sangat berbeda dengan rasa ku selama ini. tapi saat q lihat wajahnya, ada yang berbeda dalam hati. mungkin "kesan" ku terhadapnya yang berbeda. aku pun sulit mengatakannya.
pernah ada rindu, saat mendengar "ocehannya" ada rasa kangen mendengar "komentarnya". saat teman-teman berusaha mendamaikan. aku diduduknya bersampingan. ya allah, dalam hati " jujur, aku kangen menyapamu, memanggil nama kamu, dengerin ocehan dan komentar kamu, aku mau kamu tahu, aku tu pengen damai sama kamu"
tak selembar kertaspun ada torehan pena cinta untukmu
tak pernah seharipun ku beri otakku untuk memikirkanmu
tak pernah q biarkan mulutku berbicara tentangmu
aku hanya ingin menghindar dari bencana hati
aku takut semua akan berdampak negatif ketika semua tak berbalas.
akupun bukan sekali mencintai seseorang, sudah sering bahkan. namun cinta itu hanyalah sebatas kagum sahabat. dan aku bisa langsung mengerti. mulutkupun terus berceloteh kepada siapapun.
namun perasaan yang sering kutolak ini sring membuat q bingung. mulutku bungkam dengan ketidakpercayaanku atas perasaan. dan q yakin semua hanyalah sementara. jika abadi akan q tunggu sampai aku menikah. INSYA ALLAH
Langganan:
Komentar (Atom)