Selasa, 24 Mei 2011

cURAHAN kekecewaan

Curahan kekecewaan

ketika ada yang mengaku “aku sahabatmu, aku ada untukmu saat sedih dan suka” namun terkadang kata itu tak beriring dengan kelakuan. Aku adalah orang yang mudah percaya dan selalu berharap ketika ada yang mengatakan “aku sahabatmu”. Pernah terlintas “sahabat itu hanya ada dalam sinetron, gak ada didunia nyata”. Aku tahu pemikiran ini sangat salah. Namun aku berada pada realita yang seperti itu. Mengaku sahabat tetapi suka membicarakan dari belakang. Satu saja mauku katakan jika tidak suka, katakan jika benci, katakan saja. Sepahit apapun kejujuran, ya harus dikatakan jika ingin ada kebaikan tanpa menyinggung perasaan orang lain. Aku diam bukan berarti aku tidak tahu, aku diam bukan berarti aku tak peduli. Aku tahu pikiran seorang yang sedang memendam. Aku tahu siapa yang tidak suka padaku. Aku tahu orang yang berbohong. Aku tahu semua. Wajahmu, ekspresimu. Katakana saja. Satu hal lagi yang sering aku katakan, “lebih baik aku sendiri daripada banyak orang disisi tapi bisanya hanya membuat risih”.
Benar kata orang “ jangan mencari teman yang membuatmu nyaman, tapi carilah teman yang mampu membuatmu berpacu dalam semangat”. Aku selalu salah, aku selalu mencari teman yang membuatku nyaman tapi pada akhirnya aku risih, dan selalu berprasangka. Dan aku rasakan perbedaan ketika aku berteman dengan seorang yang selalu memaksaku bergerak, tetapi pada akhirnya mereka membuatku nyaman dan tau apa yang harus aku lakukan.
Tulisan ini adalah gambaran kekecewaan ku yang berulang terhadap sahabat-sahabatku. Yang kupikir mereka adalah sahabat yang baik tapi nyatanya mereka sangat suka menghujamku, membicarakanku dari belakang. Mereka selalu berisyarat aku benci mereka. Saat ku sedih mereka menjauh seolah ingin membuatku tenang. Tetapi disisi lain aku menyayangi mereka. Tetapi mereka tak pernah memahami karakterku, mereka tak pernah mau mengerti mereka tak pernah mau memahamiku.
Mereka itu membenci aku, aku tau itu, mereka itu tak ikhlas menganggapku sebagai sahabat aku tau itu. Jika tidak mengapa mereka selalu menjelek jelekanku. Aku rela jika aku dibuang, aku pun rela jika aku tersisih. Aku rela jika aku harus menjauh. Tak apa jika aku harus menyendiri lagi. Tidak masalah. Jika mereka tak suka aku yang penting aku suka duniaku. Its my world,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar