Nadir Fajaria
Jumat, 12 November 2010
My love and my dream
Malam itu aku sangat setres tak kepalang… ani sahabatku mengatakan sesuatu yang tak pernah terpikir olehku.
“ kau tahu nindy…. Dia akan pergi, pergi jauh kau tak kan mungkin bisa bertemu lagi dengannya” dengan nada yang sangat dingin dia mengatakan padaku, jujur aku tak tahu mengapa dia berkata seperti itu. “ jika kau benar-benar mencintainya , susul dia bukankah kau pernah mengatakan walau dia pergi kebulan kau akan tetap setia bahkan menyusulnya bila perlu” . aku memang pernah mengucapkan kata-kata itu. “tetapi haruskah aku menyusulnya sampai ke negri orang, itu tindakan bodoh ani, aku tak punya kesiapan, bahasa asing aku tak lancar, visa pun tak ada apalagi passport, sudahlah jangan hujani aku dengan ide gila mu itu .. apa yang akan aku katakan pada ibuku.. ah..”
“kau harus berusaha nindi, modal nekat saja, soal ibumu pasti ia mengerti, bukankah ini juga mimpimu, mimpimu menikah dengannya dan mimpimu pergi ke Negara itu bukan!”
Semakin gila ide kawanku ini, ah bisa gila aku jika aku harus melihat tangis ibu karena keputusanku yang tak punya bekal ini, aku juga berpikir bisa dijual aku bahasa saja aku tak bisa. Pilihan yang sangat sulit memang. tetapi jika modal nekat apa itu dibenarkan. Dari desa ke kota besar dengan modal nekat saja bisa hancur. Apalagi aku yang akan merantau ke negeri orang dengan modal nekat.
Memang mimpi-mimpi ini terus mengalir deras di otakku, aku sangat menyukai dia, dia lelaki pujaanku sejak aku baru menjadi mahasiswa, aku sungguh menyukainya, dia berbeda dia mampu mengubahku tanpa berkata apapun kepadaku, cinta telah membuatku gila. Bahkan bertegur sapa pun aku tak pernah apalagi berusaha untuk dekat dengannya ah itu sama saja dengan bunuh diri, bisa mati berdiri aku gugup minta ampun. Namun perasaan ini sangat lah besar, aku tak mau dikatakan cinta buta, karena aku menyukainya karena dia memang orang baik. Hanya saja tepat jika dikatakan cinta gila.
“nindi… ayolah susul dia, sudah tiga minggu dia disana kasian dia sendirian kedinginan” ah kurang ajar temanku ini terus saja dia memperolokku, tak punya hati kemana pikirannya ini bukan lagi antar kota tetapi antar Negara, sudah gila dia.
Aku terus berpikir keras, sangat keras. “oh tuhan beri aku petunjukkmu, jika kau takdirkan aku bersamanya kumohon lancarkanlah aliran otak sarafku ini agar aku bisa berpikir jernih, katakanlah salah jika aku sangat mencintainya tuhan, tunjukkan dengan kejadian yang akan kau tampilkan kepadaku tuhan, kumohon” dibawah hujan bintang siraman cahaya bulan aku terus saja berdo’a kepada tuhan. meminta solusi kepada gemintang dan bulan tetapi mereka membisu. Sebenarnya Negara dimana dia melanjutkan pendidikan adalah Negara impianku. Negara yang sejak kecil aku idam-idamkan.
Jika aku nekat berati ada dua tujuan yang harus aku jalani yaitu cinta dan mimpiku. Dan kau tahu itu tantangan yang begitu berat. Menyesal aku kenapa tidak ku iyakan saja ketika ada tawaran kursus bahasa inggris, setidaknya aku tidak terlalu sulit melancarkan ide dan obsesi gilaku.
Semakin hari semakin tidak tahan aku, dengan kata teman-temanku mereka terus menghujani ku dengan semangat gila mereka. Apa mereka pikir ini mudah. Yang aku takutkan apa yang aku katakan kepada ibuku, meminta solusi dengan kakakku, bagaimana caranya?
“ nindi aku katakan lagi ya… agar kau mengerti dan jelas. Kau pernah mengatakan di depan kelas bahwa kau akan melanjutkan pendidikan di Negara itu, dan kau pernah memproklamirkan kepada kami teman-temanmu ini,. Bahwa kau akan setia bahkan menyusulnya walau ke bulan, ingatkah kau nindi”
Seluruh mata mereka menghujam diriku, semakin ciut aku, kenapa mereka ingat kata-kataku .aku jadi menyesal mengatakan semua itu.
“kawan, itu hanya…” sekonyong-konyong rena memotong perkatanku
“ hanya apa kawan…. Jangan kau menyangkal ayolah ini mimpimu tak bisa kau dapatkan dia setidaknya kau bisa mengijakkan kakimu di tanah Negara impianmu itu,.. ayolah”
“kawan kau tak mengerti, ini bukan hanya soal mimpi atau impian, tetapi tak ada modal aku kesana, tak tahu aku bagaimana mendapatkan beasiswa luar negri, bahasa asingku sama sekali sangat buruk, aku tak punya passport, dan apa yang akan aku katakan kepada keluargaku, apakah mereka akan menerima alasanku, hanya untuk mengejar laki-laki…. Sungguh tak etis kawan”
Mereka hanya terdiam membisu, mereka kesal denganku.mereka tak terima alasanku. Seharusnya mereka mengerti keadaanku aku ini anak terakhir, ah.. aku kesal dengan mereka, begitu memaksakan.
Iseng aku membuka facebook yang sudah hampir tiga bulan tak kubuka. Kau tau kawan oohh lelaki pujaanku membuat status “ hari ini aku sudah mulai kuliah di Tokyo university, teman-temanku di Indonesia doa kan aku ya,.. “ oh tuhan betapa bahagianya dia bisa kuliah di luar negri dengan beasiswa pula, ya secara dia lulus cumlaude dan riwayat organisasinya yang sungguh membuat orang iri. Kulihat foto-fotonya,.. oh tuhan ini semakin membuat hatiku hancur,… dia di hujani salju, berbaju tebal,.. oh andai saja itu aku,.. betapa bahagianya aku mengabarkan kepada sanak saudaraku.
“hah panaskah kau engkau melihatnya… aku tau siapa dirimu, meski kau mencintainya tetapi mimpimu itu lebih besar dari rasa cintamu, hah kau menyesal.. menyesal. Ayolah kau harus menyusulnya cari tahu bagaimana mendapat beasiswa itu agar kau bisa bersanding dengannya dan mengabarkan berita gembira kepada keluarga dan temanmu” ah hatiku ini, hebat sekali kata-katanya.. tak mematuhi kerja otak, tak patuh kepada jiwa,.. bisa-bisanya suara hati ini memanas-manasiku.
Aku tak tahu aku tak tahan dengan semua ini, bukan semakin reda obsesi ini malah semakin gila. Tak tahu aku ada angin apa pangeran itu mengirimiku email, tak tahu aku ada apa dengannya memang aku pernah seorganisasi dengan nya tetapi aku tak tahu jika dia punya perasaan juga denganku.
Untuk nindy ardiana putri
Adik, kakak sekarang sudah ada dijepang, mungkin adik sudah tahu dari teman-teman, maaf jika kakak tidak pamit karena banyak sekali urusan dan sangat rumit dek mngurus surat-menyurat ini.
Adik kakak berharap adik bisa datang menyusul kakak ke negri sakura ini, sungguh sangat kesepian kakak disini. Tak bisa lagi tampak senyum adik yang manis itu, memang dosa jika memasati lawan jenis, tetapi sunnguh besar pesona adik dimata kakak.
Adik rajin-rajinlah belajar, agar bisa mendapat nilai yang sempurna agar bisa kita bertemu disini.
Jangan anggap ini sebagai surat cinta, tetapi anggaplah ini surat dari sang pengagum kepribadian lembutmu.
Semoga sukses dek, kakak tunggu kehadiranmu di Tokyo university, jepang
Fadli syafa anugerah.
Oh tuhan begitu melayang diriku,.. kuperlihatkan kiriman email ini kepada sahabat-sahabatku. Mereka tersenyum “ hmm, baru kau tahu kan, tuhan itu adil jika kau memang berjodoh dengannya perasaanmu itu tak akan sia-sia, bisalah sekarang kau susul dia kebulan”
Aku tersipu malu, sempat terpikir olehku, apa mereka membujuk pangeran itu mengirimi email kepadaku. Tak mungkin lelaki seperti dia berani berkata seperti itu, padahal begitu alim dirinya. Tak pernah aku sadar jika dia mengamatiku, terus melihat senyumku. Padahal jika aku bertemu dengannya kalau nggak senyum ya ngucapin “ assalamualaikum” itupun tak sepenuhnya matanya melihatku. Mana mungkin dia berani memandangiku mesti dari jauh,, ah jauh diluar kepala.
Semakin hari aku semakin gila, kiriman darinya telah membuat aku gila untuk belajar, tahun depan aku sudah harus lulus dan tahun depan juga aku harus sudah lancar bahasa asing minimal bahasa inggris aku perbaiki. Begitu menggebu perasaan ini, cinta ini, mimpi ini.
Negri itu terus membayangiku. Jepang its my dream, dan disitulah kini my love ku sekarang berada melanjutkan studinya. Aku hanya berharap dia jujur, apa yang dia kirimkan kemarin adalah sebuah kejujuran dia benar-benar merasakan apa yang telah aku rasakan.
____________
Aku telah mengirimkan pengajuan beasiswa di jepang, Alhamdulillah bahasaku sudah membaik, aku telah lancar bahasa inggris walau terkadang tersendat sedikit. Seminggu sudah aku wisuda dan syukur Alhamdulillah aq cumlaude.
Minggu depan aku wawancara untuk beasiswa keluar negri tepatnya jepang ,.. semoga saja aku lulus dengan begitu aku mendapatkan dua mimpi besarku sekaligus. Yaitu kuliah di jepang dan menemui cinta sejatiku.
“hei sobat, aku punya kabar gembira untuk kalian,.. coba buka surat ini”
“ apa ini, surat dari abang mu ya…”
“baca lah dulu kawan kau pasti akan terkejut,..”
Begitu bahagianya aku melihat senyum mereka. Jujur aku sedih jika harus meninggalkan mereka aku sangat menyayangi kawan-kawan ku ini, tapi its my dream tak mau aku mensia-siakannya.
“ lihatlah kawan, aku akan terbang ke jepang,.. kalian tahu aku sangat bahagia. Bukan hanya karena disana ada kak fadli tapi karena kau tahu kan sobat”
Mereka memelukku, mengucapkan selamat. Oh tuhan semua kau jadikan nyata mimpi-mimpiku ini.
Bulan depan aku akan berangkat ke jepang melanjutkan pendidikan S2 ku, di Tokyo university. Ibu ku saudara-saudaraku dan sahabat-sahabatku mengantarkan aku kebandara, ibuku begitu sedih melihatku karena aku akan pergi jauh darinya , sahabatku meyemangatiku, tetap saja mereka memperolokku, dengan wajah aneh mereka.
Akhirnya samapi juga dibandara, kawan aku sudah menginjak tanah jepang, Negara sakura ini teman, ooo semua ini adalah mimpi,… tapi aku benar-benar melihatnya benar-benar ada di sini di jepang.
“nindi..nindi”
“siapa yang memanggilku,.. seperti tak asing aku mendengar suara it” kutengok dibelakang.
Ooh tuhan, pangeran cintaku fadli syafa anugerah. Dia datang untuk menjemputku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar