Senin, 15 November 2010

BAGIAN

jauh kau pergi meninggalkan semua yang aku harap darimu. sungguh begitu kejam dirimu melupakan aku dengan kekejianmu, tak pernah kau sadari begitu aku mencintaimu. aku menyesal telah memberikan seluruh hatiku untukmu tak ada keuntungan sedikitpun yang aku terima darimu.
setiap aku mengingat semua katamu, rasa jijik menyerbu di dalam pikiranku terhadapmu. seandainya saja mereka tahu akan kelakuanmu, mungkin sekarang hanya tinggal badan rohmu tak tahu kemana. kau telah menodai ku dengan dendam yang berkecamuk. kemana kata manismu, dimana janji dan sumpahmu.
menyesal aku tak mendengarkan kata kawanku, sebenarnya merekalah yang jauh mencintaiku dibanding si bangsat tak berhati nurani itu.
tuhan maafkan aku jika aku tlah mendurhakaimu, hanya karena laki-laki pembohong itu.
"marni, kenapa kau mengangis, dia melakukannya lagi, dia hujat kamu lagi atau dia membujukmu. sudahlah marni dia itu lelaki sakit"
" benar katamu len, dia memang sakit, dia itu sakit jiwa, joko telah berlaku kasar lagi padaku, aku binggung aku selalu saja takluk ketika dia mengatakan hal-hal yang manis kepadaku"
"marni, aku tahu masih tersisa sayang mu kan, aku katakan padamu jauhi dia secara pelan-pelan, kasarnya jangan kau balas dengan kasar, tetapi balas dengan tabahmu dengan ikhlasmu"
" kau kan sudah tahu len, sudah sesabar apa aku menghadapinya, telah ku lakukan segala cara, kau tahu sendirilah len"

aku sudah terlalu bosan untuk menangisi kebodohanku selama ini.
"tuhan mengapa kau takdirkan aku seperti, aku tak tahu apa yang ku alami ini tuhan,"

sudah dua tahun aku berkenalan dengannya, dan selama itu juga aku telah memberikan rasa cintaku hanya untuknya, selama itu juga dia sangat berlaku baik kepadaku.dia menjaga aku, tidak pernah dia menyentuh ku sperti laki-laki bajingan lainnya, dia benar-benar mencintaiku menjaga dan melindungi mahkotaku, tetapi semua berubah, kelakuannya begitu kasar sangat kasar, terkadang dia baik bahkan sangat baik, tetapi kau tahu ketika dia berlaku kasar kepadaku, semua hujatan hinaan kata-kata yang tak patut dingar dia tumpahkan kepadaku. bahkan tak sering pipiku terkena sayap-sayap tangannya.
aku memang bodoh sangat bodoh, tertipu daya oleh kata-katanya. dan lebih bodoh lagi kenapa aku masih tetap bertahan untuk mencintainya.
apakah ini nasib seorang wanita, wanita yang lemah yang selalu saja mempertahankan cinta meski tlah hancur karenanya.

telepon berdering, dan kau tahu joko menelponku, aku takut untuk mengangkat teleponnya aku takut dia menghujatku lagi aku takut, sulit sekali aku menghindar darinya. aku diam kan saja teleponku berdering, aku takut sangat takut aku luluh atau aku akan menjerit menangis.
dan hari ini ada surat yang datang, surat dari joko

assalamualaikum
sayangku marni, sudah lama kita tak bertemu aku sangat merindukanmu sayang, mengapa teleponku tak pernah kau jawab, aku sangat merindukanmu sayang. maafkan atas perbuatan ku selama ini aku tak bermaksud melakukan semua itu, aku menyesal marni.
beberapa hari ini aku merenung dan merasa sangat bersalah atas semua yang aku lakukan berkata kasar kepadamu.
marni kau harus berjanji setia kepadaku, tetapalah bersamaku sampai aku sembuh, jadilah istriku, aku akan menikahimu, aku terkadang tak mengenali diriku, aku sangat mencintaimu.
marni jika kau mau, temanilah aku untuk mengobati kepribadianku ini, aku yakin kau pasti masih ingat hari-hari kita bersama dulu, kau pasti tahu siapa diriku sebenarnya dan aku yakin kau masih benar-benar mencintaiku, dan aku bisa merasakan kekuatan cinta itu sayang.
bulan depan aku akan pulang kampung, aku akan menemuimu dirumahmu, aku harap kau tidak pergi kemana-mana. tunggu aku marni.

salam manis

joko aprianto


sungguh tergunjang diriku, surat ini bukan membuatku tenang malah membuatku semakin kacau. bulan depan dia akan menemui aku, ahh pusing aku.

"assalamualaikum,.. marni"
“belum sebulan surat itu sampai, lalu siapa itu, suaranya tidak seperti suara joko,”
"wa"alaikumsalam,.."
oohh tuhan ternyata dia cinta pertamaku, dia zaki lelaki keturunan arab dari kampung arab sebelah.
"hei.... marni apa kabar? maaf kan aku, jika aku tak memberi kabar datang kesini"
"tidak apa, kabar ku baik-baik saja, ada keperluan apa ki?"
"aku ingin menyampaikan surat undangan, bulan depan aku akan menikah dengan khodijah kau ingatkan”
Zaki adalah cinta pertamaku, dia sangat baik begitu juga keluarganya mereka menyambutku dengan sangat lembut. Dulu aku dan zaki sangat dekat, kami saling mencinta dia tak pernah menghianatiku, jika disbanding joko saat itu zaki jauh lebih baik dan sangat tampan.
Dia tidak pernah menganggap remeh diriku. Dia benar-benar memperlakukan aku layaknya seorang perempuan. Tetapi karena kejadian naas itu, aku dikenalkan zaki dengan joko.
Joko memang lelaki bangsat berani-berani nya dia meghianati sahabatnya itu, dan aku juga wanita yang tidak tahu diri, lelaki sebaik zaki aku tinggalkan demi joko.
Kebodohan beruntun yang terjadi pada diriku, meninggalkan zaki tetapi malah memilih joko lelaki yang tidak jauh lebih dari zaki.
Tetapi penyesalan itu tidaklah berarti lagi sekarang, zaki akan menikah dan hidup bahagia dengan wanita yang sangat baik dan cantik. Sedangkan aku, aku tidak berarti apa-apa, joko hanya menyiksa batinku, seharusnya aku sudah bisa lepas dari laki-laki brengsek itu, tetapi perasaan bodoh ini telah membelenggu.
Dua surat yang aku pegang ini seperti surat kematian yang dibawa malaikat dari tuhan untukku.
“marni aku undur pulang dula ya, aku mau membanggikan surat undangan ini ke tetangga, mahon kehadirannya ya” zaki berdiri dan menyalamiku dan beranjak untuk pulang.
“terima kasih kau masih berminat untuk mengundangku zaki setelah selama ini aku…….” Perkataan ku dipotong oleh zaki dan sisambut dengan senyumnya yang selalu ku rindu.
“sudahlah, kita sudah dewasa bukankah kita adalah teman, jadi lupakanlah, aku harap kau tak sungkan untuk datang”
Zaki berlalu pergi. Semakin jauh langkahnya semakin aku dihujani rasa penyesalan atas perlakuanku selama ini terhadapnya, meski dia sudah melupakan tetapi diri ini seperti memiliki dosa besar..


BERSAMBUNG.............

SESAAT

Biarkan aku berlalu tanpa hadirmu
Semua yang akan ku raih
Q harap kau tak ada disisiku
Kau hanya akan menghancurkan aku
Jauh lebih terpuruk
Sungguh aku tak mencintaimu
Meski dulu q sangat mengagumimu
Namun semua berbeda
Sekarang kau tak jauh dari
Penghancur masa depanku.

Jumat, 12 November 2010

PESANKU ANAKMU TERUNTUKMU BUNDA

AKU ADALAH TITIPAN TUHAN

TUHAN TELAH MENITIPKAN AKU KEPADAMU

MAKA SAYANGILAH AKU JAGALAH AKU DAN CINTAILAH AKU

KETIKA AKU BARU MELIHAT DUNIA

DENGAN KESAKITAN YANG MERENGGANG NYAWAMU

MAKA BERJANJILAH AKAN KAU KENALKAN AKU KEPADA PENCIPTAKU

AGAR AKU BERBAKTI PADAMU, AGAR AKU MENCINTAIMU

AGAR AKU MENGHORMATIMU

BERI AKU ASIMU DENGAN IKHLASMU DENGAN CINTAMU

AGAR AKU MENJADI MANUSIA YANG CERDAS

YANG AKAN MEMBUATMU BANGGA AKAN HADIRKU

SETELAH AKU MAMPU BERJALAN MENGINJAK DUNIA

KUMOHON BERI AKU ILMU AGAMA, BERI AKU NASIHAT

DAN BIMBINGLAH AKU MENJADI MANUSIA YANG BAIK

BILA AKU SALAH BILA AKU MEMBUAT HATIMU SAKIT

BILA AKU TAK MENURUTI PERINTAHMU

MAKA NASIHATILAH AKU BENTAKLAH AKU CUBITLAH AKU

TETAPI KUMOHON JANGAN KAU SIKSA AKU DENGAN ROTANMU

KARENA AKU AKAN KESAKITAN, TUBUHKU AKAN SAKIT, HATIKU PUN TERAMAT SAKIT

DAN AKU TAK MAU MENJADI DURHAKA KEPADAMU

AKU TAK MAU DIBENCI PENCIPTAKU

SEMUA KUPASRAHKAN PADAMU BUNDA

JIKA KAU MAU AKU BERBAKTI PADAMU

MAKA KUMOHON BERI AKU SEMUA YANG DUHALALKAN PENCIPTAKU

DAN JIKA KAU TAK MAU AKU MENDURHAKAIMU

MAKA JANGAN KAU SIKSA AKU DENGAN AMARAHMU

AKU PERCAYA WALAU AKU TAK MAMPU

MENGOBATI KESAKITAN SAAT KAU MELAHIRKANKU

WALAU AKU TAK BISA MEMBALAS PENGORBANANMU

WALAU AKU TAK SANGGUP MEMBAYAR SEMUA HARTAMU

NAMUN JIKA KAU MENGASIHIKU

MENYAYANGIKU

MENCINTAIKU KARENA AKU ADALAH TITIPAN TUHAN SANG PENCIPTA

MAKA AKU YAKIN KAU AKAN JAUH LEBIH BAHAGIA DARI AKU

My love and my dream





Ooh tuhan, pangeran cintaku fadli syafa anugerah. Dia datang untuk menjemputku.